CANTIK YANG HALAL, CANTIK YANG INSPIRATIF

9 Aug 2012

Mempercantik diri dengan kosmetik halal


Judul lomba blog yang digelar oleh blogdetik bekerjasama dengan MUI dan Wardah ini, mampu membuat ingatan saya untuk sesaat disergap dejavu. Seolah-olah kembali membentuk rekonstruksi dalam benak saya akan sebuah pengalaman yang pernah saya alami sebelumnya. Bukan. Bukan berarti saya pernah membaca atau mengikuti lomba serupa di suatu masa dulu, tetapi keadaan yang saya lewati ketika itulah, yang memiliki keterkaitan amat rapat dengan tema ini. Keterkaitan yang mampu menjelma sebuah sensasi yang begitu kuat mendorong saya untuk mengikuti lomba ini meski pun saya jarang sekali mengikuti lomba blog sebelumnya.


Izinkan saya untuk sejenak mereposisi kisah masa lalu saya dalam tulisan di blog ini. Pertama kali mengenal dan mengenakan kosmetik, usia saya masih sekitar 16 tahun. Masih duduk di bangku SMU. Itu pun baru sebatas produk perawatan sederhana yang terdiri dari pembersih dan penyegar wajah. Pertimbangan saya untuk memakai kosmetik ketika itu amat simpel : iklan yang persuasif, harga yang terjangkau untuk ukuran kantong anak sekolahan, tidak bermasalah di kulit, juga kecenderungan psikis remaja untuk bisa tampil cantik dan menarik.


Tahun berganti, waktu terus berputar, jenis kosmetik yang saya gunakan juga terus bertambah seiring meningkatnya usia, namun prinsip yang saya pegang dalam memilih kosmetik masih sama : murah, iklannya gencar, dan cocok di kulit.


Sampailah pada sekitar pertengahan tahun 2005, sebuah informasi dari kakak saya tentang fakta bahan baku di balik produk kosmetik spontan membuat saya kaget dan terperangah. Bagaimana tidak? Menurut kakak saya itu, terdapat beberapa jenis bahan baku kosmetik yang beredar di pasaran, tidak berasal dari sumber yang halal. Padahal kehalalan adalah salah satu syariat Islam yang wajib ditaati oleh semua pemeluknya. Saya seorang muslimah, maka atas diri saya juga melekat ketentuan itu, tak hanya untuk menghindarkan diri dari dosa tetapi juga dibarengi keyakinan bahwa semua produk hukum yang berasal dari Allah pastilah orientasinya adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan bagi umat manusia itu sendiri.


Hal ini jelas termaktub dalam firmanNya pada surat Yusuf ayat 108 yang artinya : Katakanlah : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa yang mengikuti petunjuk itu maka sesungguhnya itu adalah untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatan itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan Aku bukanlah penjaga atas dirimu.


Halal adalah produk hukum dari Allah yang bermakna dibolehkan. Lawan dari halal adalah haram, yaitu sesuatu yang dilarang Allah SWT. Terkait dengan konsekuensi dari sesuatu yang diharamkan dalam Islam, hadits Rasululullah SAW jelas mengungkapkan : Setiap daging (bagian tubuh) yang tumbuh dari barang yang haram, maka api nerakalah baginya . (HR. At Tirmidzi). Selain itu, kehadiran barang haram dalam tubuh kita juga membawa konsekuensi negatif lainnya seperti tertolaknya doa, mengerasnya hati, juga ibadah yang sia-sia.


Merujuk pada hukum dasarnya sebagaimana tertera dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 3, ayat 4 dan 94, Surat Al-Baqarah ayat 173 dan ayat 219, Surat Al-Anam ayat 121, Surat An-Nahl ayat 67, dan Surat An-Nisa ayat 43, zat yang diharamkan itu meliputi babi, bangkai, darah, hewan yang disembelih tidak dengan nama Allah, dan khamr atau minuman yang memabukkan.


Namun dengan adanya kemajuan teknologi, persoalan halal haram ini menjadi lebih rumit, karena bahan-bahan tersebut juga dipergunakan sebagai bahan tambahan dalam produk olahan, salah satunya produk kosmetik, sementara kehalalan itu pada hakikatnya harus memenuhi dua syarat, yaitu halal lidzatihi (secara zatnya) dan halal lighoirihi (secara prosesnya). Jadi, zat yang haram, berapa pun kecil prosentasenya di dalam pengolahan produk, tetap haram hukumnya, demikian pula zat yang sebenarnya halal, tetapi jika dalam prosesnya menggunakan media yang haram, maka haram jugalah hukumnya.


Titik rawan syariah dan kesehatan di balik produk kosmetik

Ketika itu, informasi awal dari kakak saya tersebut tidak langsung saya cerna mentah-mentah, tetapi saya juga mencari info-info terkait kebenaran fakta tersebut. Terus terang, tidak mudah untuk mendapatkannya, mengingat saya tinggal di kota kecil Tanjungpinang (terpisah dengan kakak saya) di mana akses internet ketika itu cukup terbatas, ditambah lagi informasi seputar bahan baku kosmetik juga kurang terekspos, maka info-info yang saya butuhkan tersebut baru bisa saya peroleh secara bertahap.


Dari info-info yang kemudian berhasil saya peroleh itu, inilah jenis-jenis bahan baku kosmetik yang berada pada titik rawan syariah, antara lain sebagai berikut :

  1. Sodium heparin, ini fungsinya untuk memperbaiki sirkulasi pada sekitar wilayah mata sehingga banyak digunakan pada produk eye cream, namun bahan bakunya yang sebagian besar diimpor dari luar negeri sangat dikhawatirkan berasal dari babi.
  2. Plasenta, fungsinya adalah untuk peremajaan kulit sehingga banyak digunakan sebagai bahan baku hand body lotion dan krim wajah. Plasenta ini ditengarai berasal dari manusia atau pun hewan mamalia. Dan merujuk Fatwa MUI Nomor 2/Munas VI/MUI/2000, dengan tegas telah menyatakan bahwa penggunaan kosmetik yang mengandung atau terbuat dari organ manusia, hukumnya adalah haram.
  3. Glyserin, ini merupakan turunan lemak yang berfungsi melembapkan kulit, banyak digunakan pada produk hand body lotion, krim wajah juga lipstick dan sabun mandi. Bahan glyserin ini dapat berasal dari sumber nabati (kelapa, kelapa sawit) dan juga sumber hewani termasuk kuda, sapi dan babi.
  4. Kolagen, fungsinya untuk proses regenerasi sel dan mencegah keriput, banyak digunakan dalam produk pelembap kulit, bahannya diambil dari babi juga organ manusia.
  5. Hormon, berfungsi meningkatkan efek penggunaan kosmetika sehingga membuat kulit menjadi tampak lebih muda dan segar, namun sebagian besar hormon tergolong dalam animal origin hormone, atau hormon yang berasal dari hewan sehingga diragukan apakah berasal dari hewan yang halal atau tidak.
  6. Asam Hidroksi Alfa (AHA). Kosmetik yang melibatkan AHA di dalamnya dapat membuat kulit terasa halus, lembap dan kenyal. Dan salah satu senyawa AHA yang banyak digunakan adalah asam laktat. Meskipun senyawa ini tidak tergolong bahan yang diharamkan, namun dalam proses pembuatannya senyawa ini menggunakan media yang berasal dari hewan. Jadi perlu kepastian apakah hewan yang menjadi media itu dari jenis yang halal atau tidak.

Sebagai info tambahan, bahwa mengapa sebagian besar sumber bahan baku tersebut adalah hewan dari jenis babi, karena babi adalah hewan yang memiliki kemiripan sistem tubuh dengan sistem yang dimiliki manusia, mudah diternakkan, jumlah perkembangbiakannya banyak, juga harganya lebih murah dibandingkan hewan lain seperti kuda atau sapi.


Untuk mengetahui apakah sebuah produk kosmetik mengandung bahan baku tersebut di atas (poin 1 6), kita dapat mengeceknya pada kandungan bahan yang tertera pada kemasan produk. Tetapi, bukan berarti bahwa terteranya nama bahan baku tersebut langsung mengindikasikan bahwa produk tersebut tidak halal. Karena bahan baku tersebut bisa saja berasal dari sumber nabati atau pun hewan yang halal. Maka untuk mengetahuinya, kita dapat menghubungi nomor layanan bebas pulsa atau customer hotline yang biasanya juga tertera pada kemasan produk. Tetapi, tentu saja cara ini sangat ribet dan tidak praktis, karena konsumen harus mengecek terlebih dulu setiap produk yang akan dibeli. Dan juga belum pasti apakah konsumen bisa memperoleh informasi yang memuaskan dengan cara tersebut.


Selain itu, terdapat juga bahan baku kosmetik yang berbahaya bagi kesehatan diantaranya merkuri atau air raksa yang biasanya digunakan dalam krim pemutih dan hydroquinon. Dalam jangka pendek, penggunaan merkuri dapat menimbulkan perubahan warna, iritasi dan alergi pada kulit, dan pemakaian dalam dosis tinggi bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin. Sedangkan hydroquinon termasuk golongan obat keras yang hanya boleh dipakai berdasarkan resep dokter. Pemakaian tanpa resep dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit jadi merah dan rasa terbakar, juga dapat menyebabkan kelainan pada ginjal, kanker darah dan kanker sel hati.


Bahan baku berbahaya ini biasanya tidak dicantumkan pada kemasan produk, sehingga calon konsumen harus ekstra hati-hati. Untuk krim pemutih yang mengandung merkuri, kita dapat mendeteksi ciri-cirinya antara lain : krim terasa lengket, tidak homogen (tidak menyatu dan terasa kasar), warna umumnya mencolok, perubahan pada kulit tergolong ekstrim, yaitu warna kulit menjadi putih yang tidak lazim, pori-pori mengecil, tidak timbul jerawat, namun apabila pemakaian produk dihentikan warna kulit akan berangsur menjadi kehitaman, menjadi gatal dan berjerawat juga muncul bintik-bintik hitam pada kulit.

Info seputar bahan berbahaya ini juga penting bagi saya, karena posisi Tanjungpinang yang berdekatan negara tetangga membuat produk impor cukup mudah ditemui, termasuk produk kosmetik illegal sehingga dalam memilih dan membeli produk sangat dituntut kehati-hatian ekstra.


Jaminan Halal Produk dan LPPOM MUI

Untungnya, negara kita sudah memiliki LPPOM MUI, yaitu badan yang dibentuk MUI pada tanggal 6 Januari 1989, difungsikan untuk membantu MUI menentukan kebijakan, merumuskan ketentuan, rekomendasi dan bimbingan yang menyangkut pangan, obat-obatan dan kosmetik sesuai ajaran Islam. Dan sejak tahun 1994, LPPOM MUI mulai mengeluarkan sertifikat halal atas produk sehingga dapat menjamin ketenteraman umat Islam dalam memperoleh panduan dan mengonsumsi produk-produk halal.


Untuk mengenali produk yang telah mendapatkan sertifikasi halal ini cukup mudah, yaitu apabila pada kemasan produknya terdapat logo seperti di bawah ini :

logo-halal

Keberadaan sertifikasi halal dari LPPOM MUI ini sangat besar artinya bagi kita para konsumen, karena selain dapat menjamin rasa keamanan dan ketenteraman saat memilih produk, juga sekaligus meningkatkan kesadaran para konsumen untuk lebih selektif dalam memilih produk yang sudah mendapat sertifikasi halal. Sedangkan untuk produsen sendiri, adanya sertifikasi halal dapat membantu meningkatkan kemajuan usaha dengan semakin tingginya tingkat kepercayaan konsumen.


Menemukan Kosmetik Halal


Kembali pada kisah sebelumnya, saat mendapat info awal dari kakak saya tersebut, saya langsung bertanya padanya, kalau begitu, kosmetik merk apa dong yang halal? Kakak saya menyebut satu merk kosmetik yang saat itu masih terdengar asing di telinga saya meski pun visual saya sempat beberapa kali menangkap kehadirannya lewat iklan di majalah. Sepanjang pengetahuan saya, belum ada toko kosmetik di kota saya yang menjualnya. Merk kosmetik itu adalah Wardah. Satu-satunya produk kosmetik yang ketika itu telah mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI sekaligus legalitas dari BPOM.


Waktu itu, saya langsung menindaklanjutinya dengan mengecek beberapa toko kosmetik dan swalayan untuk menemukan kosmetik bermerk Wardah, termasuk bertanya pada SPG yang bertugas di konter-konter kosmetik, namun hasilnya nihil. Akhirnya, saya putuskan untuk memesan pada kakak saya untuk dikirimkan via pos. Saya masih ingat, produk pertama yang saya pesan adalah tabir surya, mengingat Tanjungpinang adalah kota yang dikelilingi lautan sehingga uapan hawa panas terasa benar-benar kering dan pada masa itu saya banyak beraktivitas di luar ruangan.


Waktu pertama-tama mengaplikasikan produk sunscreen gel Wardah, terus terang saja, saya langsung terkesan. Produk tabir surya Wardah ini begitu lembut dan halus hingga saya tak merasa sedang mengenakan kosmetik, selain itu, harganya juga cukup terjangkau dibandingkan produk tabir surya yang membanjiri kota saya dan sebagian besar berasal dari luar negeri.


Berawal dari satu tube tabir surya, selanjutnya saya meminta kakak saya untuk mengirimi produk-produk kosmetik Wardah lainnya, antara lain pembersih wajah, pelembab, bedak padat, dan juga hand body lotion.


Saat menggunakan produk-produk kosmetik Wardah ini secara kontinyu, efeknya seakan langsung berjodoh dengan kulit saya. Tidak satu pun produk Wardah yang saya coba menimbulkan reaksi negatif seperti gatal-gatal, iritasi atau pun terjadi perubahan warna pada kulit. Sebaliknya, pemakaian secara kontinyu tersebut justru memberi efek melembapkan dan menghaluskan pada kulit. Dan bagi saya, ini juga menjadi faktor penting dalam memilih kosmetik.


Dari sudut pandang syariah Islam sendiri, perintah halal selalu bersanding dengan thayyib, artinya sesuatu yang membawa nilai manfaat dan kebaikan. Makan sesuatu yang halal tapi berlebihan, atau pun makan dengan tangan yang kotor akan kehilangan makna thayyibnya karena tindakan itu dapat merusak kesehatan. Demikian juga penggunaan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan dapat menimbulkan efek buruk pada kulit juga tergolong tindakan yang dapat menghilangkan makna thayyib.


Maka, terhadap produk Wardah yang telah mengantongi sertifikat halal dan memberi efek positif pada kulit, terbuat dari bahan-bahan alami yang berkualitas, aman dan dalam prosesnya telah melalui uji pengawasan seksama dari para ahli dan dokter kulit berdasarkan international dermatologist standard, juga memiliki legalitas BPOM dan mencantumkan tanggal kadaluarsa, maka tak ada keraguan lagi untuk menyebut produk ini telah memenuhi kaidah syariat Islam yang halal lagi thayyib.

7ae4ba9586acf7d9638e2b542ebfb08c_lyta-wardah-hijau-2

Cantik yang Menginspirasi


Cantik itu relatif. Dan kita akan mendapatkan beragam definisi cantik saat menanyakannya pada sejumlah orang. Hal lain yang juga membuat saya terkesan dengan Wardah adalah konsepnya yaitu inspiring beauty, atau pun kecantikan yang menginspirasi, di mana Wardah mendorong setiap wanita untuk percaya diri sekaligus peduli kepada sesama. Kaum wanita berhak mengadopsi nilai-nilai kemajuan sepanjang bermanfaat dan membawa nilai kebaikan, namun wanita juga tetap harus menjunjung tinggi nilai budaya dan etika yang santun dalam pergaulan hidup. Inilah filosofi yang terus melandasi Wardah dalam setiap inovasi produknya mulai dari kelahirannya pada tahun 1995 hingga saat ini, yaitu kosmetik Wardah tidak hanya untuk menunjang penampilan fisik semata melainkan juga untuk jiwa pemakainya. Kecantikan yang membuat seorang wanita merasa mencintai diri sendiri, sebanyak dan sedalam dia mencintai orang-orang di lingkungan sekitarnya. Sekaligus memberi inspirasi yang tulus berawal dari hati. Sebuah konsep perpaduan akan outer beauty dan inner beauty yang sungguh harmonis.


Dan konsep Wardah ini sangat sejalan dengan cita-cita saya untuk mampu berkontribusi dalam menyuarakan betapa pentingnya mempercantik diri bagi wanita muslimah yang tidak sekadar cantik, tetapi juga cantik yang sesuai syariat. Karena Islam sendiri sangat menganjurkan umatnya untuk memelihara kecantikan dan kebersihan secara syari dan halal. Cita-cita ini kemudian saya coba realisasikan dengan mengajak teman-teman penulis melalui sosial media di dunia maya (fesbuk) untuk bersama-sama menyusun antologi bertema kecantikan dan kesehatan sesuai syariah.


Gayung ini tak lantas bersambut. Banyak yang justru merespon negatif, merasa tak punya basis ilmu kecantikan dan kesehatan hingga ragu-ragu untuk ikut berkontribusi. Halangan ini tak membuat saya patah arang. Saya lalu mengajak seorang dokter kecantikan kenalan saya untuk ikut menulis. Alhamdulillah beliau berkenan, dan bersama beberapa rekan yang bersedia untuk menyumbangkan tulisannya, antologi ini pun saya susun. Alhamdulillah, pada tahun 2010 antologi ini terbit, judulnya 99% Cassh, Cantik Sehat Shalihah, berisi kumpulan tips-tips menjaga kecantikan dan kesehatan lahir batin secara syariah, yang tentu saja di dalamnya juga terdapat sub bab yang membahas tentang penggunaan kosmetik yang halal dan sesuai aturan syariah.

986f1719c4feaf2cb97299f9339d2b29_cover-cassh

Saya sadari, kontribusi ini nilainya tak seberapa, tetapi makna kebahagiaannya bagi saya rasanya sungguh tak ternilai, dapat menjadi bagian dari mereka yang terinspirasi dari Wardah dan berusaha menularkan inspirasi itu kepada orang lain semaksimal mungkin yang bisa dilakukan.


Berdandan praktis dan natural dengan Wardah


Tak terasa, tujuh tahun sudah saya bersahabat dengan Wardah, menjadikan kosmetik Wardah sebagai bagian dalam hari-hari dan aktivitas saya. Dan alhamdulillah, konter-konter Wardah di kota saya terus bermunculan, sehingga saya tak perlu lagi repot-repot memesan. Kini, hampir di semua swalayan dan supermarket, saya bisa menemukan produk kosmetik Wardah. Para Sales Promotion Girl (SPG) Wardah di beberapa konter juga selalu siap melayani pembeli dengan ramah. Saat datang dan membeli, saya selalu mendapat info-info produk terbaru Wardah, apa kegunaannya dan bagaimana cara menggunakannya dengan tepat.


Beberapa bulan terakhir ini, dua produk kosmetik Wardah turut menambah koleksi saya dan langsung menjadi favorit, yaitu Hydrogloss dan Double Function Kit. Bibir saya tergolong sensitif, gampang sekali kering dan pecah-pecah. Sejak menggunakan hydrogloss dari Wardah, Alhamdulillah masalah pada bibir saya mulai teratasi, selain itu warnanya yang lembut dan tidak berkilat juga membuat penampilan bibir menjadi tampak lembap yang alami.


Untuk Double Function Kit, sebelumnya saya tidak terlalu tertarik ketika sang SPG memperkenalkannya, karena di antara fungsinya adalah sebagai dasar tata rias eye shadow, sementara saya hampir tidak pernah menggunakan eye shadow dalam tata rias wajah sehari-hari termasuk saat bepergian. Namun karena di dalam Kit itu juga terdapat concealer yang berfungsi menyamarkan noda, saya pun tertarik membelinya. Dan saat mencobanya, ternyata hasilnya…. Alhamdulillah! Noda vlek pada wajah tersamarkan secara alami dan warna concealer itu pun membaur nyaris sempurna dengan bedak.


9cfcf43b49674be64b9190f764ea8349_lyta-again-2

Berhubung saya adalah wanita bekerja sekaligus ibu rumah tangga, maka waktu untuk berdandan juga amat terbatas, namun bersama rangkaian produk Wardah yang praktis, hal ini dapat teratasi. Berikut ini adalah cara instan saya dalam mengaplikasikan produk Wardah sebelum pergi bekerja ketika waktu sedang mepet, yang hanya memerlukan waktu 5 menit!


  1. Oleskan moisturizer cream pada wajah dan leher yang sudah dibersihkan. Moisturizer cream dari Wardah mengandung microcollagen, olive oil dan vitamin E sehingga dapat membuat jaringan kulit lebih sehat, elastis, kenyal dan terlindungi dengan antioksidan (+/- 1 menit)
  2. Bubuhkan concealer tipis-tipis pada vlek di wajah, ikuti dengan pemakaian luminous face powder (bedak tabur) yang dapat menyerap kelebihan minyak atau lightening two way cake (bedak padat) secara merata. Bedak padat ini mengandung ekstrak Licorice, Vitamin E dan UV Protection serta tidak mengandung bahan yang bersifat comedogenic (+/- 2 menit)
  3. Sapukan eye brow pada alis, eye liner pada bawah mata untuk mempertegas garis mata dan hydrogloss pada bibir (+/- 2 menit)

Proses aplikasi kosmetik selesai! Saya siap berangkat keluar rumah dengan riasan yang natural bersama Wardah.

399525d54faa33cdfe2708585a9ad7cd_edit-oren-4


Kesimpulan


Sebagai penutup tulisan pada lomba blog ini, inilah beberapa poin penting sehingga saya tetap berkomitmen untuk menggunakan produk kosmetik Wardah dalam aktivitas saya sehari-hari :

  1. Produk Kosmetik Wardah telah mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI, mencantumkan kode legal dari BPOM Depkes RI juga dilengkapi tanggal kadaluarsa produk sehingga terjamin keamanannya dan kehalalannya.
  2. Pada tahun 2012 ini, PT. Paragon Teknologi dan Inovasi yang memproduksi Wardah mendapat Halal Award dari MUI dan Kemenag untuk kategori kosmetik. Sebuah pencapaian prestise dari produk Wardah sebagai pelopor kosmetik halal di tanah air.
  3. Produk Kosmetik Wardah diformulasikan secara tepat terutama untuk kulit wanita Asia yang lebih sensitif dan rentan terhadap faktor luar dibandingkan kulit wanita Amerika atau Eropa, juga telah teruji dibawah standar internasional
  4. Wardah sangat inovatif dalam mengembangkan produknya dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumennya antara lain melalui interaksi aktif di sosial media dunia maya dan website yang komplit menyajikan informasi-informasi seputar produk dan aktivitasnya juga quote-quote inspiratif seputar dunia kecantikan
  5. Dari pengalaman saya selama tujuh tahun menggunakan kosmetik Wardah, saya tidak pernah mengalami gangguan iritasi kulit atau alergi yang disebabkan oleh penggunaan produk, sebaliknya justru efek positiflah yang saya rasakan yaitu kondisi kulit yang terasa lembap, cerah dan membantu meningkatkan penampilan serta rasa percaya diri
  6. Konsep inspiring beauty dari Wardah telah memotivasi saya untuk tak hanya sekadar peduli pada kecantikan fisik semata namun juga giat menggali inner beauty dengan terus berusaha maksimal untuk menjadi pribadi yang inspiratif dan mampu berkontribusi positif pada sesama

c9c1dcda443297ada97d50d3065726e1_lyta-wardah-edit-4

Sumber data penunjang :

www.wardahbeauty.com

www.halalmui.org.com

majalah Ummi edisi Maret spesial tahun 2007

Antologi 99% Cassh Cantik, Sehat dan Shalihah



TAGS kosmetik cantik halal


-

Author

Follow Me